Laporan
Praktikum Dasar Perlindungan Tanaman
Materi: Varietas Tahan

Oleh:
Nama :Intan Ratri Prasundari
NIM :
Asisten : Amalia Hakiki
Program Studi : Agroekoteknologi (F)

Fakultas Pertanian
Universitas Brawijaya
Malang
2011

I. PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Setiap tanaman memiliki hama yang berbeda beda pada setiap jenisnya. Selain hama, tanaman juga memiliki ketahanan yang berbeda satu sama lain dalam menghadapi penyakit, hama dan perubahan lingkungan. Kemampuan menahan serta mengatasi gangguan dari luar tanaman dipengaruhi oleh banyak hal, ada yang memang di bantu oleh manusia namun ada pula yang di pengaruhi oleh gen yang dibawa oleh tanaman tersebut. Jumlah manusia yang mendiami bumi semakin bertambah memaksa para ilmuan untuk mendapatkan tanaman yang bisa berproduksi lebih banyak. Selama ini tanaman budidaya seperti padi sebagai tanaman bahan pangan pokok pada negara-negara tertentu, membutuhkan perlakuan khusus agar dalam pemanennan didapatkan hasil yang memuaskan. Hal tersebut diakibatkan semakin tidak seimbangnya ekosistem yang mengakibatkan banyaknya hama yang mengancam produksi tanaman budidaya tersebut. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan munculah gagagsan penggunaan varietas tahan penyakit pada tanaman budidaya.

I.2 Tujuan
Tujuan dari penulisan laporan ini adalah sebagai berikut.
1. Sebagai pemenuh tugas praktikum dasar perlindungan tanaman.
2. Mengetahui lebi dalam tentang varietas tahan.
3. Mengetahui sifat komoditas yang digunakan sebagai sample terhadap hama.

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Varietas Tahan
Tanaman yang tahan adalah tanaman yang menderita kerusakan yang lebih sedikit dibandingkan dengan tanaman lain dalam keadaan tingkat populasi hama yang sama dan keadaan lingkungan yang sama.
(Anonim a , 2011)
Rekayasa genetic dalam bidang tanaman dilakukan dengan menransfer gen asing ke dalam tanama. Hasil rekayasa genetika pada tanaman saperti ini disebut tanaman transgenic. Sudah diperoleh beberapa tanaman transgenic yang toleran terhadap salinitas, kekeringan dan hama penyakit
(Lubis, 2011)
Untuk tanaman telah ada penelitian yang cukup besar dan pembiakan selektif dilakukan dalam rangka untuk menemukan kultivar yang resisten atau kebal terhadap kerusakan hama dan penyakit. Pemuliaan untuk ketahanan penyakit tanaman umumnya telah melibatkan menemukan yang cocok genetik materi antara saham yang sudah ada atau di alam liar, yang kemudian dimasukkan ke dalam varietas komersial.
(Anonim c,2011)
2.2 Macam – macam Sifat Ketahanan tanaman
Ada 2 tipe ketahanan genetic yaitu :
1. Ketahanan vertical
Ketahanan ini ditunjukan dari kultivar yang lebih peka terhadap biotipe-biotipe serangga tertentu dibandingkan dengan biotipe-biotipe lainya. Oleh karena ketahanan tanaman tersebut terbatas pada satu atau sedikit genotip tertentu. Sifat ketahan ini dikendalikan oleh satu atau sedikit gen pada tanaman.
2. Ketahanan horizontal
Adalah ketahanan tanaman yang ditunjukan terhadap kisaran luas genotype hama dan sifat ketahanan ini bebas dari adanya biotipe-biotipe serangga hama, ketahanan ini dikendalikan oleh banyak gen.
( Anonim a, 2011)

2.3 Mekanisme Ketahanan Tanaman
Non-preferensi berarti, tumbuhan tersebut tidak disukai herbivora, mungkin karena senyawa kimia yang bersifat menolak atau beracun, atau struktur mekanik dari tumbuhan yang tidak disukai oleh herbivora, misalnya berduri, kulit batang keras, dan sebagainya.
Antibiosis berarti tumbuhan mengeluarkan senyawa beracun atau berbahaya yang akan berdampak negatif pada herbivora yang mengkonsumsinya. Herbivora akan mengalami gangguan pertumbuhan, menurunkan keperidian, memperlambat kematangan seksual, dan sebagainya.
Tumbuhan yang toleran berarti, jika dibandingkan dengan tumbuhan yang tidak toleran, maka mengalami kerusakan atau kerugian yang lebih kecil. Jadi biar dihuni dan diganggu oleh banyak herbivora, kalau tanaman itu toleran, ya biarkan saja, tidak perlu dikendalikan.
(Anonim b, 2011)
2.4 Kekurangan dan Kelebihan Penggunaan Varietas tahan
Sebagai komponen PHT beberapa kelebihan penggunaan varietas tahan hama adalah:
1. Penggunaan praktis dan secara ekonomi menguntungkan
2. Sasaran pengendalian yang spesifik
3. Evektifitas pengendalian bersifat komulatif dan persisten
4. Kompatibilitas dengan komponen PHT lainnya
5. Dampak negative terhadap lingkungan terbatas
Disamping keuntungan-keuntungan tersebut diatas teknik pengendalian ini juga memiliki beberapa keterbatasan atau permasalahan yang perlu kita ketahui antara lain:
1. Waktu dan biaya pengembangan yang besar
2. Keterbatasan sumber ketahanan
3. Timbulnya biotipe hama
4. Sifat ketahanan yang berlawanan
(Anonim a, 2011)

III. METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan
Alat:
1. Kotak kardus: sebagai tempat perlakuan sample
Bahan:
1. Imago Hama Bongkeng Cylas formicarius : sebagai hama
2. Ubi jalar lengkap : sebagai sample
3.2 Cara Kerja

IV. PEMBAHASAN

4.1 Tabel Pengamatan
Sample Jumlah Hama
Awal Setelah 1 minggu

Ketela rambat

5 ekor imago hama bongkeng
0 ekor

4.2 Analisis Hasil
Pada awal praktikum ketela rambat yang diletakkan pada kotak preferensi yang terbuat dari kardus belum diketahui apakah ketela tersebut tahan atau peka terhadap serangan hama bongkeng. Sesuai dengan tujuan dari praktikum kali ini yaitu untuk mengetahui apakah ketela tersebut bersifat resisten atau peka terhadap hama, pada awal praktikum dimasukkan pula imago hama bongkeng sebanyak 5 ekor kedalam kotak preferensi. Untuk mengetahui apakah ketela rambat tersebut merupakan varietas tahan atau peka, kotak preferensi tersebut dibiarkan selama 1 minggu. Setelah satu minggu tampilan fisik ketela tidak diteukan tanda tanda adanya kehidupan imago hama bongkeng, serta tidak ditemukan tanda atau bekas hama bongken serangan pada ketela. Bagian dalam ketela masih tetap utuh tidak ada gejala telah terjadi serangan hama bongkeng. Tidak ada hama bongkeng yang ditemukan baik dalam keadaan hidup atau telah mati. Berdasarkan keterangan hasil praktikum tersebut dapat di ketahui bahwa ketela rambat tersebut merupakan varietas tahan.

V. PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan laporan praktikum dasar perlindungan tanaman dapat disimpulkan sebagai berikut.
1. Varietas tahan adalah tanaman yang mampu menahan serangan hama. Varietas tahan umumnya merupakan tanaman transgenic. Pengguanaan tanaman dengan varietas tahan cukup menguntungkan karena tidak diperlukan penggunaan pestisida. Pengguanaan tanaman varietas tahan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.
2. Ketela rambat yang digunakan sebagai sample merupakan tanaman variets tahan hama bongkeng, hal tersebut di tunjukkan dengan jumlah hama bongkeng setelah 1 minggu.
5.2 Saran
Saran untuk praktikum selanjutnya diharapkan untuk menunjukkan atau memperlakukan pula tanaman yang peka terhadap hama agar praktikan dapat mengetahui perbedaannya.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim a , 2011. http://riecha-aryani.blogspot.com/2011/02/penggunaan-varietas-tahan.html, diakses 3 Desember 2011
Anonim c,2011. http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en%7Cid&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Disease_resistance_in_fruit_and_vegetables. Diakses 3 desember 2011
Anonim b, 2011 http://ilmuserangga.wordpress.com/2011/03/23/penggunaan-varietas-tanama. Diakses 3 Desember 2011
Lubis, Kairunnisa. 2011. http://library.usu.ac.id/download/fp/pemuliaan%20tanaman-khairunnisa3.pdf. Diakses 3 desembar 2011