Hama Bongkeng : merupakan hama ubijalar yang dominant menyerang, baik masih dalam bentuk tanaman maupun pada umbi yang yang sudah dipanen. Penyebabnya adalah kumbang kecil dengan bentuk kepala panjang dan berwarna hitam, sayap biru dan bagian tubuh lainnya merah jingga. Telur-telur kumbang diletakkan diumbi kemudian menetas dan menembus umbi dan akhirnya bongkeng dan berlubang kecil. Hama ini sulit diberantas, untuk pencegahan preventif dengan pembumbunan yang baiuk serta menanam varietas yang berkulit umbi tebal dan bergetah banyak. Sebaiknya pada suatu tempat tidak ditanami ubijalar terus menerus untuk memutus siklus hidup hama bongkeng. Hama bongkeng ini banyak menyerang umbijalar pada musim kemarau.

Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Varietas Tahan
Sebagai komponen PHT beberapa kelebihan penggunaan varietas tahan hama adalah:
1. Penggunaan praktis dan secara ekonomi menguntungkan
2. Sasaran pengendalian yang spesifik
3. Evektifitas pengendalian bersifat komulatif dan persisten
4. Kompatibilitas dengan komponen PHT lainnya
5. Dampak negative terhadap lingkungan terbatas
Disamping keuntungan-keuntungan tersebut diatas teknik pengendalian ini juga memiliki beberapa keterbatasan atau permasalahan yang perlu kita ketahui antara lain:
1. Waktu dan biaya pengembangan yang besar
2. Keterbatasan sumber ketahanan
3. Timbulnya biotipe hama
4. Sifat ketahanan yang berlawanan

ubi jalar kuning
UBI jalar ungu yang bernama latin Ipomoea batatas adalah salah satu kekayaan pangan Indonesia yang kaya antioksidan. Senyawa ini bermanfaat bagi tubuh untuk meningkatkan daya tahan dan menghambat penyakit degeneratif, seperti jantung koroner, arteriosclerosis, kanker, serta gejala penuaan dini. Keunggulan ubi jalar ini adalah kandungan antosianinnya yang tinggi. Hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Balitbang Pertanian, menunjukkan, antosianin bermanfaat karena dapat berfungsi sebagai antioksidan, antihipertensi dan pencegah gangguan fungsi hati. Tergelitik manfaat antioksidan bagi kesehatan tubuh, sekelompok mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (F-MIPA UNY) membuat sirup berbahan ubi jalar. Mahasiswa Prodi Kimia F-MIPA UNY itu adalah Nenny Widiani, Ari Purnomo dan Tunjung Asri Ning Tyas. Saat ditemui KR, belum lama ini, Nenny Widiani mengatakan, ubi jalar unggu kaya karbohidrat, vitamin dan serat pangan alami. Namun, sampai saat ini belum dimanfaatkan optimal. Bahkan, sangat bermanfaat bagi tubuh dan pengobatan herbal, seperti membantu menghambat penyakit degeneratif. Masalah-masalah penyakit degeneratif ini berkaitan erat dengan kemampuan antioksidan untuk bekerja sebagai inhibitor atau penghambat reaksi oksidasi radikal bebas reaktif yang berada di sekitar kehidupan manusia, yang menjadi salah satu pencetus penyakit degeneratif itu. Apalagi fungsi antioksidan sebagai upaya memperkecil proses oksidasi dari lemak * Bersambung hal 7 kol 6 dan minyak, memperkecil proses kerusakan dalam makanan, memperpanjang masa pemakaian dalam industri makanan, meningkatkan stabilitas lemak yang terkandung dalam makanan, serta mencegah hilangnya kualitas nutrisi. Antioksidan terbagi menjadi enzim dan vitamin. Antioksidan enzim meliputi superoksida dismutase (SOD), katalase dan glutation peroksidase (GSH.Prx). Antioksidan vitamin mencakup alfa tokoferol (vitamin E), betakaroten dan asam askorbat (vitamin C) yang banyak didapatkan dari tanaman dan hewan. Sebagai antioksidan, betakaroten adalah sumber utama vitamin A yang sebagian besar terdapat pada tumbuhan. Selain melindungi buah-buahan dan sayuran berwarna kuning atau hijau gelap dari bahaya radiasi matahari, betakaroten juga berperan serupa dalam tubuh manusia. ”Dengan memanfaatkan ubi jalar, berarti meningkatkan nilai jual bahan pangan ini.” ujar Nenny Widiani. Apalagi, cara membuat sirup ubi jalar ungu juga tidaklah sulit. Kupas kulit luar ubi dengan pisau, cuci bersih ubi dengan air. Lalu kukus ubi jalar ungu menggunakan panci atau soblok sampai masak. Setelah dingin, ubi jalar diblender dengan menambahkan air secukupnya. Setelah itu, ubi jalar yang sudah diblender disaring dengan kain saring untuk mendapatkan fitratnya. Masak larutan ubi jalar ungu tersebut di panci dengan menambahkan gula pasir 1 : 1 dengan larutan ubi sampai 30 menit mendidih. Masukkan sirup yang sudah dingin ke dalam botol. (Asa)-a KR-Agus Suwarto 1. Mahasiswa peneliti F-MIPA UNY dengan sirup ubi jalar ungu. 2. Ubi jalar ungu.