Laporan Akhir Praktikum Klimatologi Hutan
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Udara adalah komponen terpenting bagi semua makhluk hidup. Udara juga merupakan salah satu yang berhubungan dengan suhu. Suhu dapat diukur dengan alat pengukur suhu. Dalam pengukuran suhu, pengambilan data suhu yang benar sangatlah penting. Suhu yang sering dipergunakan adalah suhu udara atau suhu tanah, sedangkan suhu yang merupakan benar-benar mempengaruhi pertumbuhan tanaman itu sendiri (Lakitan, 1994).
Secara meteorolgi suhu udara biasanya diukur dalam sangkar cuaca. Dalam situasi ini, yang diukur adalah suhumassaudara setinggi 1,5 meter dari permukaan tanah. Suhu tanaman juga dapat berubah. Disamping terjadinya perubahan suhu tanaman, suhu permukaan tanah juga berubah. Perubahan suhu udara juga ditentukan oleh sudut letak daun terhadap radiasi surya yang akan menentukan energi yang diserap oleh daun tersebut. Disamping itu, pengukuran suhu daun dapat dilakukan dengan radiasi meter infra merah atau penyusup antara termokopel ke dalam daun (Guslim, 2007).
Pengaruh suhu terhadap makhluk hidup sangatlah besar, sehingga pertumbuhan makhluk hidup sangat bergantung kepada suhu, terutama dalam kegiatannya. Kita ambil contoh pada tumbuhan. Tumbuhan memerlukan suhu tertentu, itu artinya tumbuhan tidak akan tumbuh dengan baik bila syarat-syaratnya tidak dipenuhi. Dengan suhu tinggi, benih akan melakukan metabolisme lebih cepat. Benih yang ditanam pada dataran tinggi maka daya kecambahnya akan turun. Jadi, pada tanaman juga ada suhu maksimun dan optimum yang diperlukan. Yang dimaksud dengan suhu maksimun adalah suhu tertinggi didalam suatu tanaman masih dapat tumbuh (Kartasapoetra, 2004).
Berarti suhu dan udara merupakan hal yang sangat penting bagi makhluk hidup dan juga suhu itu merupakan karakteristik inherent dimiliki oleh suatu benda yang berhubungan dengan panas dan energi, sehingga panas suatu benda akan dialirkan, maka suhu benda tersebut akan mengikat (Lakitan, 1994).

Tujuan
1. Untuk mengukur suhu dan kelembaban pada berbagai jenis tempat seperti parking block, padang rumput, dan permukaan aspal.
2. Untuk mengetahui fluktuasi suhu dan kelembapan udara pada permukaan aspal, parking blok, dan padang rumput.

TINJAUAN PUSTAKA

Formasi suhu udara dan suhu tanah merupakan jumlah energi yang dipancarkan dari matahari. Sebagian besar mencapai permukaan tanah dipantulkan ke udara yang meningkatkan suhu udara dan sisanya diabsorbsi kedalaman tanah untuk meningkatkan suhu tanah. Jumlah panas yang mengakibatkan kenaikan suhu udara atau dinyatakan sebagai neraca jumlah panas dalam proses-proses sebagai berikut yaitu :
1. Jumlah panas yang bertambah atau hilang akibat perbedaan suhu antara permukaan tanah dan lapisan udara dipermukaan tanah.
2. Jumlah panas dan hilang akibat penguapan dan presipitasi dipermukaan tanah.
3. Jumlah panas yang disalurkan didalam tanah melalui permukaan tanah.
Naik turunnya suhu udara dipermukaan tanah atau naiknya turunnya suhu tanah, ditentukan oleh peningkatan dan pengurangan komponen-komponen tersebut. Distribusi dan variasi suhu udara adalah suhu yang diukur dengan termometer dalam sangkar meteorologi (1.20 – 1.50 m diatas permukaan tanah). Makin tinggi elevasi pengamatan diatas permukaan laut, maka udara makin rendah. Selisih antara suhu antara suhu maksimun dan minimum. Pada variasi suhu udara harian disebut selisih harian dan selisih antara suhu maksimum dan minimum pada variasi tahunan disebut selisih tahunan (Sosrodarsono, 2003).
Suatu benda terasa panas jika dalam proses sentuhan tersebut energi atau panas akan mengalir dari benda tersebut kebagian tubuh yang berkontak langsung dengan benda tersebut. Sebaliknya jika panas atau energi mengalir dari tubuh manusia kesuatu benda yang disentuh, maka benda tersebut akan tersebut akan terasa dingin. Dengan demikian, panas atau dinginnya suatu benda dalam kasus ini sama ditentukan oleh kondisi termal dari permukaan tubuh manusia tersebut (Lakitan, 1994).
Pengaruh suhu terhadap makhluk hidup sangat besar sehingga pertumbuhannya sangat tergantung pada keadaan suhu, terutama dalam kegiatannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu dipermukaan bumi antara lain:
1) Jumlah radiasi yang diterima pertahun, perbulan, perhari, dan permusim.
2) Pengaruh daratan atau lautan.
3) Pengaruh ketinggian tempat.
4) Pengaruh angin secara tidak langsung misalnya, angin yang membawa panas dari sumbernya secara horizontal.
5) Pengaruh panas laten, yaitu panas yang disimpan dalam atmosfer.
6) Penutup tanah, yaitu tanah yang ditutupi vegetasi yang mempunyai temperatur yang lebih rendah daripada tanah tanpa vegetasi.
7) Tipe tanah, tanah gelap indeks suhunya lebih tinggi.
8) Pengaruh sudut datang sinar matahari, sinar yang tegak lurus akan membuat suhu lebih panas daripada yang datangnya miring
Seluruh makhluk hidup dikelilingi oleh suhu dan udara. Bahkan organisme seperti yang terdapat dalam tanah yang kelihatannya terdapat padamedanlain. Sebenarnya terdapat dalam air dan udara. Organisme didalam tanah yang terdapat dalam ruangan antar partikel-partikel tanah. Dari antara kedua hal ini yakni air dan udara, masing-masing sel individu dari organisme diudara hanya bisa aktif bila dalam keadaan lembab (Kartasapoetra, 2004).
Uap air terdapat diatmosfer dalam jumlah yang selalu berubah-ubah, tergantung pada perubahan-perubahan pemanasan dipermukaan bumi. Selain itu, uap air mempunyai sifat terjadinya partisipasi menyerap radiasi sinar sehingga akan menentukan cepatnya kehilangan panas dari bumi dan seandainya juga akan mengatur temperatur. Semakin besar jumlah uap air dalam satuan energi potensial yang lahir dan tersedia dalam atmosfer yang merupakan sumber asal terjadinya hujan angin. Jadi, dapat menentukan apakah udara itu kekal atau tidak (Guslim, 2007).
Pengukuran suhu suatu benda dan pengukuran diberbagai tempat pada dasarnya merupakan pengukuran yang tidak langsung. Pada proses pengukuran, umumnya terjadi perpindahan panas dari tempat yang akan diukur suhunya kea lat pengukur suhu. suhu yang terbaca pada alat pengukur suhu. Suhu yang terbaca pada alat pengukur suhu adalah suhu setelah terjadi kesetaraan, suhu antara benda yang diukur tersebut dengan alat pengukur suhu. Jadi, bukan suhu benda pada saat sebelum terjadi kontak antara benda yang akan diukur tersebut dengan alat pengukur. Alat pengukur suhu disebut thermometer. Termometer pada dasarnya merupakan instrumen yang terdiri dari bahan yang perubahan sifat fisiknya, karena perubahan suhu dapat mudah diukur. Sifat fisik yang berubah tersebut dapat berupa perubahan volume gas, pemuaian logam, perubahan daya hantar listrik atau sifat-sifat fisik lainnya. Masing-masing jenis termometer akan mempunyai skala yang berbeda. Oleh sebab itu, perlu dikalibrasi dengan termometer yang dijadikan patokan (standar). Termometer yang dijadikan patokan adalah termometer tahanan platina (Platinum Resistance Thermometer) atau IPTS-68 (Lakitan, 1994).
Secara meteorologi suhu udara biasanya diukur dalam sangkar cuaca. Dalam situasi ini, yang diukur adalah suhumassaudara setinggi 1.5 meter. Tetapi tanaman menerima radiasi langsung dari cahaya matahari sehingga berbeda dari suhu sangkar cuaca. Suhu tanaman mungkin lebih tinggi dari suhu sangkar cuaca. Hal ini dapat terjadi sebagai akibat dari penguapan sejumlah air, dari pemindahan panas secara konveksi, angin dan pantulan. Disamping terjadinya perubahan suhu tanaman, suhu permukaan tanah juga berubah. Apabila transpirasi berlangsung terus-menerus, suhu permukaan daun tidak akan berubah. Perubahan suhu udara juga ditentukan oleh sudut letak daun terhadap radiasi surya yang akan menentukan jumlah energi yang diserap oleh daun tersebut. Pengukuran suhu daun dapat dilakukan dengan radiometer inframerah atau penyisipan termokopel kedalam daun (Guslim, 2007).

METODE PRAKTIKUM

Waktu Dan Tempat
Praktikum yang berjudul “Pengukuran Suhu Dan Kelembaban Udara Pada Berbagai Tempat” dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 Febuari 2009 pukul 15.00 wib sampai dengan selesai, dilakukan di padang rumput, parking blok, dan permukaan aspal yang berada didekat gedung Departemen Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Alat Dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah termometer air raksa untuk mengukur suhu udara, benang untuk mengikat kapas pada thermometer, tali rafia untuk mengikat termometer pada tiang penyangga, pipet tetes untuk menetesi alkohol pada kapas, tiang penyangga untuk tempat termometer digantung, stopwatch untuk menghitung waktu suhu, payung untuk melindungi dari sinar matahari. Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah, kapas untuk menutupi thermometer, aquades untuk menetesi ke thermometer, tabel RH untuk menghitung kelembapan udara diberbagai tempat.

Prosedur
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Diikat paying keatas tiang penyangga
3. Dibungkus kedua termometer dengan kapas oleh benang lalu salah satu termometer ditetesi aquades
4. Diikat kedua thermometer tersebut kedalam tiang penyangga sepanjang 1.5 meter diatas permukaan tanah.
5. Dilihat berapa suhu yang ada pada thermometer selang 10 menit selama 30 menit.
6. Diukur suhu thermometer tersebut dengan menggunakan tabel sebagai berikut

Contoh : Tabel suhu dan kelembaban udara
Waktu TBK (oC) TBB (oC) RH (%) oC
0
10
20
30
Rata-rata

7. Dibuat grafik dari masing-masing tempat dengan pengukuran suhu (oC) dan RH (%).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil
Hasil dari praktikum ini didapat dalam bentuk tabel pengukuran suhu dan kelembapan udara serta dalam bentuk grafik yang terlampir dibuku ini. Berikut ini adalah hasil yang merupakan tabel
Tabel 1. Pengukuran Suhu Dan Kelembapan Udara PadaPadangRumput
Waktu TBK (oC) TBB (oC) RH (%) oC
0 35 34 93 35
10 33 27 61 33
20 33 26 56 33
30 33 26 56 33
Rata-rata 33.5 28.25 66.5 33.5

Tabel 2. Pengukuran Suhu Dan Kelembapan Udara Pada Parking Blok
Waktu TBK (oC) TBB (oC) RH (%) oC
0 28 32 56 34
10 27 26 61 32
20 27 26 61 32
30 30 26 61 32
Rata-rata 28 27.5 67.25 32.5

Tabel 3. Pengukuran Suhu Dan Kelembapan Udara Pada Permukaan Aspal
Waktu TBK (oC) TBB (oC) RH (%) oC
0 35 34 93 35
10 33 27 61 33
20 33 26 56 33
30 33 26 56 33
Rata-rata 33.5 28.25 66.5 33.5

Grafik 1. Pengukuran Suhu dan Kelembaban Pada Padang Rumput.

Grafik 2. Pengukuran Suhu dan Kelembaban Pada Parking Blok.

Grafik 3. Pengukuran Suhu dan Kelembaban Pada Permukaan Aspal.

Pembahasan
Dari hasil pengukuran suhu dan kelembapan udara pada berbagai tempat dapat dinyatakan bahwa diberbagai tempat yang berbeda-beda. Hal ini dapat dibuktikan dari pengukuran yang telah dilakukan dipadang rumput, diparking blok, dan dipermukaan aspal. Pada pengukuran suhu dan kelembaban di areal padang rumput akan berbeda jika diukur dengan suhu dan kelembaban di areal aspal maupun parking block. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kartasapoetra (2004) yang bahwa keadaan kelembaban di atas permukaan bumi adalah berbea-beda, di mana kelembaban tertinggi umumnya terdapat di daerah katulistiwa sedangkan kelembaban terendah terdapat pada lintang 40. Daerah ini disebut horse latitude karena curah hujannya kecil.
Pada pengukuran suhu dipadang rumput, dipengaruhi oleh banyaknya rerumputan sehingga radiasi sinar matahari banyak diserap oleh tumbuhan. Pada pengukuran suhu diparking blok dan dipermukaan aspal menjadi meningkat. Hal ini sesuai dengan literatur dari Lakitan (2002) yang menyatakan bahwa pengukuran suhu suatu benda dan pengukuran diberbagai tempat pada dasarnya merupakan pengukuran yang tidak langsung. Pada proses pengukuran, umumnya terjadi perpindahan panas dari tempat yang akan diukur yang terbaca pada alat pengukur suhu adalah suhu setelah terjadi kesetaraan. Dengan suhu antara benda yang diukur tersebut pada alat pengukur suhu.
Dan juga pada daerahpadangrumput, suhu dipadang rumput memiliki suhu rata-rata lebih tinggi dibandingkan pada suhu rata-rata dipermukaan aspal dan parking blok. Hal ini disebabkan karena pada siang hari suhu permukaan tanah akan lebih tinggi dibandingkan suhu pada lapisan tanah yang lebih dalam. Akibatnya suhu pada lapisan tanah yang lebih dalam suhu dipadang rumput lebih panas, ini disebabkan karena permukaan tanah. Permukaan tanah akan menyerap radiasi matahari secara langsung sehingga menaikkan suhu disekitarnya. Hal ini sesuai dengan literatur dari Housenbuiller (2000) yang menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi suhu juga sangat erat dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kelembapan udara dalam berbagai hubungan yaitu :
1. Pengaruh tanah dan air, semakin banyak jumlah uap air baik diudara maupun didalam tanah, maka kelembapan akan semakin tinggi.
2. Adaatau tidaknya vegetasi, semakin rapatnya jarak antara vegetasi maka kelembapan makin tinggi, namun suhu akan menjadi sangat rendah.
3. Pengaruh ketinggian tempat, semakin tingginya suatu tempat maka suhu ditempat tersebut akan semakin rendah dan kelembapan udara semakin tinggi.
4. Pengaruh aktivitas manusia dipersemaian terbuka.
Dari hasil percobaan yang dilakukan pada areal permukaan aspal, dapat kita lihat bahwa suhu terendah terjadi pada pengukuran menit ke 10, 20, dan 30, dibandingkan dengan pengukuran pada menit awal. Artinya suhu mengalami penurun dan sebaliknya kelembaban akan meningkat. Hal ini dikarenakan pada saat melakukan pengukuran banyaknya sinar matahari yang dating sehingga mengalami perubahan yang diikuti oleh peurunan suhu pula. Hal ini sesuai pernyataan Guslim (2007) yang manyatakan bahwa suhu berbanding terbalik dengan kelembaban. Jika suhu tinggi maka kelembaban akan rendah, begitu pula sebaliknya.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
1. Perbandingan suhu antara suhu dipadang rumput, permukaan aspal dan diparking blok yaitu, 33.5o : 33.5 o : 28 o
2. Perbandingan kelembapan udara dipadang rumput, permukaan aspal dan diparking blok yaitu, 66.5% : 66.5%: 67.25%
3. Fluktuasi suhu dan kelembaban terjadi di setiap areal yang diteliti.
4. Suhu yang tertinggi ialah pada areal padang rumput dan permukaan aspal yaitu 33.5̊. Dan suhu terendah ialah pada area parking block yaitu 28 ̊.
5. Kelembaban tertinggi ialah pada areal parking block yaitu 67.25% sedangkan kelembaban terendah ialah pada arael padang rumput dan permukaan aspal yaitu 66.5%.

Saran
Dalam melakukan praktikum, sebaiknya para praktikan harus lebih memerhatikan thermometer yang dipasang pada tiang penyangga, agar tidak terlewatkan dalam melihat suhu yang akan diukur.